I Depan I Pengalaman I Teknis Budidaya I FAQ I

Tuesday, January 10, 2006

Menanggulangi Penyakit Keriting Pada Cabai

Bahan: brotowali satu kilogram (atau daun-daunan yang pahit), kapur 10 sendok makan, kunyit satu kilogram.

Cara membuat: Ketiga bahan ditumbuk dan diambil airnya lalu dicampur dengan air 30-50 liter. Bahan ini siap digunakan untuk mengendalikan penyakit keriting pada cabai. <..selengkapnya>

Monday, January 09, 2006

Penghasilan Tambahan dari Budidaya Sayuran Organik

“Mimpi saya sekarang adalah membangun semacam tempat wisata organik. Di situ ada lahan sayur organik yang cukup besar dengan kolam ikan dan gubuk peristirahatan. Di tempat itu, selain menikmati keindahan alam, orang-orang juga dapat belajar cara menanam sayuran organik”. <..selengkapnya>

Pengendalian Hama Benih

Penyimpanan benih biji-bijian yang dilakuakn dengan tidak benar akan menurunkan kualitasnya sehingga daya tumbuhnya pun menjadi berkurang. Penurunan kualitas benih antara lain disebabkan oleh serangan jamur, bakteri dan hama serangga. Jenis hama yang menyerang benih diantaranya berbagai jenis kumbang penggerek dan ngengat. <..selengkapnya>

Wednesday, January 04, 2006

Bertani Organik Cara Rolling

Pada hari minggu di bulan Januari tahun 1999, saya diajak teman lembaga ke Kebun Cangar yang didampingi oleh dosen Universitas Brawijaya Malang untuk melihat tanaman sayuran yang dibudidayakan secara organik. Pada waktu itu yang ditanam di sana antara lain: letuce, brongkol, kobis dan kailan. Memang bagus dan sangat mengagumkan. Saya kurang percaya kalau tanaman di sana betul-betul dibudidayakan secara organik karena di desa saya yang dibudidayakan secara organik cuma tanaman padi, jagung kacang panjang, buncis, kacang tanah, labu siam dan tomat. Penanaman daun sawi dan kubis biasanya masih menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Walaupun waktu itu pak Toto Himawan (dosen UNIBRAW) menceritakan dengan lengkap cara budidaya dan pengendalian hamanya, saya masih belum percaya kalau tidak mempratekkan sendiri. <..selanjutnya>

Membuat Pupuk Kascing

Kascing atau vermicompost adalah kotoran cacing tanah. Kascing mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur makro dan mikro yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. Komposisi kimia kascing Eisenia foetida meliputi nitrogen (N)0,63%, fosfor (P) 0,35%, kalium (K) 0,20%, kalsium (Ca) 0,23%, magnesium (Mg) 0,26%, natrium (Na) 0,07%, tembaga (Cu) 17,58%, seng (Zn) 0,007%, manganium (Mn) 0,003%, besi (Fe) 0,79%, boron (B) 0,21%, molibdenum (Mo) 14,48%, KTK 35,80 meg/100mg, kapasitas menyimpan air 41,23%, dan asam humus 13,88%. <...selanjutnya>

Monday, January 02, 2006

Petani Kreatif Sobandi

Buah busuk, jelaga, sampah dedaunan di pekarangan, dan sisa-sisa makanan terbukti telah meningkatkan kesejahteraan Sobandi (55), petani lulusan sekolah rakyat yang senang mengulik alam itu.

Sebagai ketua kelompok petani organik di Desa Nanggeleng, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung, Sobandi banyak bertanya untuk memanfaatkan alam pada ahli pertanian. Kertas-kertas karton menempel di dinding di belakang rumahnya, bersebelahan dengan kandang kambing. Pada dinding itu terdapat diagram-diagram sejarah keterpurukan pangan Indonesia hingga sukses swasembada pangan, juga kondisi petani Indonesia masa kini yang terancam impor beras dan perdagangan bebas <...selanjutnya>